“ Cinta Tapi Gengsi”
Hari ini aku merasakan ada yang aneh,
entah apa? Ku pun tidak mengetahui. . . setiap langkah melalui koridor sekolah
ini, teman-taman ku memandang ku dengan keadaan tertawa. Aku bingung melihat
tingkah laku teman ku itu. Karna ku kebingungan melihat aksi teman ku itu, aku
sampai tidak focus melihat jelan.
Dan akhirnya, , ,
#brukk, aku tertabrak oleh seorang anak
KEPSEK( orang nya ganteng + pintar ,tapi sayang style nya culun. Itu sih kata
teman-taman yang menilai anak KEPSEK.)
Ouh yaa, nama nya “Andri”. Pada saat kami tabrakan kami langsung jatuh, dan
buku-buku yang kami pegang pun ikut terjatuh. Secepat mungkin Andri berdiri
menolongku, lalu menghapuskan debu yang ada dibaju ku dengan tangan nya. Bahkan
dia tidak memperhatikan keadan buku nya yang berantakkan itu. Mmmm,,,,, ku tau
sih bahwa Andri memang suka pada ku, sejak pertama dia melihat ku. Tapi aku
pura-pura tidak tau dengan kejadian itu. Sebab, aku sendiri menyukai orang lain
yaa kebetulan satu sekolah juga. Andri mengagetatkan ku dengan menepuk tangan
didepan mata ku. Katanya sih, aku melamun. Saat Andri berkata melamun, aku baru
teringat akan taman-taman yang menertawakan aku. Aku tanyakan ini pada nya,
terus Andri bilang di mading ada puisi karangan ku yang sedang putus cinta, seakan
mengemis-ngemis cinta kepada orang lain (bla-bla ) ….belum selesai, Andri
menjelaskan aku langsung pergi meninggalkan nya.
Saat sampai mading aku terkejut betapa
ramai nya orang memandang puisi yang ku buat iseng itu. Aku langsung mengambil
puisi itu, dan mencari tau siapa yang menempelkan nya di dinding. Tiba-tiba
terdengar suara gelak tawa seseorang di belakang tiang beton yang dekat dengan
madding. Aku langsung menghampirinya dan ingin melabrak nya siapa tau dia yang
melakukan itu.
“ heeeyy, ngapai’in loe ketawa ?? “kata
ku sambil membalikkan badan nya
“ eeiittsss, , ,ada
apa ini ?? napa loe megang pundak gue ?
jangan-jangan loe suka yaa ama gue ?”jawab seseorang yang berada dibelakang
tiang itu
“ pede gilaaa, gue
naksir ama loe, ngaca dong gak punya cermin apa ?? dasar loe ya, sering kalii
ngerjain gue, emangnya ku salah apa sih ama loe ? awas loe Dirly gue kerjain
balik loe !”
“eeiittss,,, sabar mba
broo galak amat sihh, entar tambah jelek muka loe yang sudah jelek toe.”kata
cowok yang bernama dirly itu.
“eehh,,, dasar
ngalihkan topic pembicaraan aja loe, udah lah “
Aku
pun langsung meninggalkan dirly pergi, tanpa mengherani bicara nya. Ternyata
saat ku meninggalkan Dirly, rupanya Andri dari
tadi memperhatikan ku saat bersama Dirly. Aku melihat mata Andri begitu
memancarkan sikap kekecewaannya terhadap ku. Ku mencoba mendekati Andri dangan
menceritakan kejadiaan tadi bersama nya. Setelah selesai cerita andri merasa
sedikit lebih gembira dari tadi.
#
#bel masuk pun
berbunyi
ˆdikelas XIˆ
Dengan kejadian memalukan dimading tadi
membuat ku malu untuk masuk kelas. Apalagi harus mellihat wajah dirly yang sok
ganteng itu. Baru berada didepan kelas, palingan satu langkah lagi baru masuk
kelas, udah terdengar aja suara dirly yang buat malu aku dengan omangan nya
itu. Karna merasa malu hampir ku urungkan niat ku untuk tidak mengikuti pelajaran kali ini,
setidaknya sampai suasana mulai membaik.
Tapi, ku berpikir untuk apa aku malu, entar ku
disangka kalah lagi sama dirly. Saat ku masuk kelas ku pura-pura tidak menghiraukan
candaan taman-taman ku. Dengan santai nya ku langsung duduk dikursi tempat ku
duduk. Sebelum sampai kursi, ku injek kaki dirly sampai dia pasang wajah ya
merah. “huh, rasain loe ,tanang ini masih pemanasan “kata kudalam hati.
Karna asik, ku ngeledek dirly. Akhirnya
yang ditunggu-tunggu datang jugaaa, yaitu Kemarahan dirly yang begitu memuncak
pada ku. Awalnya sih takut melihat raut wajah nya yang memerah karna kekesalan
ku, tapi ku sempat berpikir itu mah salah mu sendiri, siapa dulu DHIRA ☻.
Saat tangan dirly mau mengarah pada
pipi ku, tangan nya sempat ditepis oleh Andri. Sampai terjadi adu mulut dan
pertengakaran yang membuat kami ketakutan. Maklum saja yang dihadapi dirly
adalah anak Kepala Sekolah kami, lagipula aku mempunyai perasaan terhadap
dirly.
~
~
suasana sedikit hening, ketika ada
ketua OSSIS yang melintas didepan kelas. Dia menyabarkan kami dengan sikap nya
yang begitu lembut. Yaah, wajar saja hampir satu sekolah mengidolakan nya karna
sikap nya yang lembut, karismatic, ganteng, apalagi dia menjadi kepercayaan
guru.
Sepertinya Andri sempat memberikan
peringatan kepada Dirly, sampai-sampai andri sempat mengarah kan jari telunjuk
nya pada dirly.
Aku takut dengan kejadian ini, apalagi wajah
dirly sempat terluka terkena tonjokan dari andri yang begitu keras. Bahkan ku
sempat menangis, ketika melihat dirly menahan sakit. Ku segera pergi mengejar
dirly, dan ku membawa kain kecil serta air untuk membersih kan luka yang ada
pada wajah nya. Akhirnya aku menemukan dirly, tapi sayang dia sudah ada yang
mengobati luka nya. Apalagi yang mengobati luka nya itu adalah wanita yang ku
tahu diidolakan oleh dirly. Itu menambah ku sakit hati luar & dalam. Ku
kurungkan niat ku untuk mengobati dirly, ku bawa itu semua untuk mengobati
Andri. Ketika ku mengobati luka yang ada pada andri ku tujukan beberapa
pertanyaan kepada nya, sampai dia bisa menonjok dirly tadi. Aku terkejut
tatkala andri mengatakan bahwa itu semua karna dia menyukai aku. Bahkan andri
juga menembak ku & berlutut untuk meminta ku jadi pacar nya. Aku kaget
bukan kepalang melihat kejadian itu.
Tapi, aku bingung bagaimana ku mau
menjawab. Apa ku harus menerima/ tidak. Aku menyukai andri, tapi hanya sebatas
sahabat dan sikap nya yang baik terhadap ku.
Aku bingung bahkan raut wajah ku pun berubah
ikut bingung, mungkin melihat kejadian itu, andri memberikan waktu untuk ku
berpikir sejenak.
#
bel pulang, ,
#
Aku memisahkan diri dari teman-teman
ku, diwaktu itu aku sempatkan diri untuk mencari dirly. Akhirnya aku menemukan
dirly yang duduk sendiri di taman belakang sekolah. Ku samperin dia, tepat di
belakang dirly aku mendengar kata-kata nya yang kelihatan sedih, mungkin karna
dia lagi kecewa sama wanita yang disukai nya. Perasaan ku campur aduk mendengar
kata-kata itu antara senang/ sedih. Saat ku ingin pergi dari tempat itu. Dirly
langsung menarik tangan ku, spontan saja ku terkejut. Dirly menanyakan apa
tujuan ku ?. aku bingung ku cerita basa-basi aja sama dia. Ku tanyakan keadaan
nya. Dirly kelihatan bingung, maklum saja ini pertama kali nya ku bicara sama
dia dengan sikap yang lemah lembut.
“tumben lu nanyain keadaan gua, lu
mulai suka yee ama gua ??”
“apaan sih lu ne Dir, mancing gua deh
buat marah ama lo, serba salah tau. Sebenarnya ku malas tau kesini, cuman ku
ingin curhat aja sama lo”
“emang lu mau curhat apa, beibh ?”
“ihh, baru kali ne gua akur ma lo,
sudah manggil ku beibh. Serius ne gua mau curhat”(kataku sambil tersipu Malu
mendengar kata beibh yang keluar dari mulut dirly).
Ku ceritakan semua sama dirly, tetapi
dirly hanya diam dan mengatakan “aku sudah tau kejadian andri nembak mu tadi.”
Ternyata pada saat aku mengurungkan niat ku untuk mengobati dirly. Dirly
mengikuti ku dan meninggalkan cewek yang mengobati nya itu. Aku pun mulai
berpikir bahwa dirly memiliki perasaan yang sama terhadap ku. Tetapi dia masih
menyembunyikan semua ini. Aku bingung terhadap sikap nya saat ini, dia
menunjukan sikap dewasa yang mana ku ketahui diselalu bersikap kasar, seenaknya,
pokoknya yang dia pikir baik untuk nya, tetapi tidak untuk aku dan yang lain.
Aku
suka melihat gaya dirly, yang sok dewasa banget. Padahal, dirly seorang playboy
kok bisa dia berkata bijak seperti itu. Bahkan aku menertawakan nya, sambil
sesekali mencubit pipinya itu.
*jujur, ini adalah kali pertama aku
menghabiskan waktu berdua sama dirly. Betapa senang nya aku, apalagi kami
dibaluti dengan suasana yang romantic yaitu “SUNSET”. Karna, aku
orangnya narsis. Aku ajak dirly untuk foto bareng. Bahkan saat itu aku ada
foto berdua dengan nya. Dan aku juga memasang walpaper foto kami berdua. Aku
berharap semoga hari ini tidak berakhir sampai disini saja. Aku pengen selalu
seperti ini.
Aku
pulang diantarkan dengan dirly, aku diboncengi dengan sepeda
motor v-view nya itu. Aku sepertinya
kelihatan akrab, apalagi aku memegang pinggang dirly dengan erat. Aku tidak tau
perasaan apa yang ku alami saat ini. Aku berharap semoga dirly merasakan yang
sama dengan apa yang ku rasakan saat ini.
á´½ DI S E K O L A H á´½
Ternyata andri masih menunggu jawaban
dari aku. Dengan optimis aku memberi jawaban sesuai perintah
dirly dan aku menambahkan perihal cowok yang aku suka yaitu Dirly. Dan ternyata
berhasil setelah aku mengatakan itu, andri mengerti terhadap ku, dan dia ter
senyum mendengar jawaban aku. Dia juga mengatakan “good lucky dalam mengejar
cinta”. Aku juga tesnyum mendengar jawaban dia.
Akhirnya aku temui dirly, yang
memang aku sudah tidak sabar menemui nya dan menceritakan kejadian ini sama dia.
Aku
memang sudah membuat perjanjian dengan nya, kalau misalkan aku sudah menjawab
pertanyaan dari andri. Aku akan menemui nya di taman belakang sekolah. Aku
menunggu kedatangan dirly di sini, dan menceritakan bahwa andri sudah melepas
ku.
Lama
aku menunggu dirly, dan hari menunjukan bahwa dia akan menurunkan hujan nya.
Aku berharap dirly segera datang menemui ku. Tetapi sungguh malang nasib ku,
dirly tak kunjung datang, padahal baju yanng ku kenakan sudah basah kuyup.
Bibir ku sudah pucat, tetapi dirly takh datang-datang. Ku putuskan niat ku
untuk tidak menunggunya lagi..
*Di jalan*
Aku
terus memeluk diriku sendiri, supaya tubuhh ku ini hangat. Aku juga tetap
menjaga stamina agar tubuh ku tidah jatuh, sebelum nyampai rumah.
Aku
berjalan bagai orang yang tak mempunyai arah. Aku berjalan. . . . . . .
berjalan, , dan terus berjalan. Aku seperti orang yang tak tentu arah. Mulut ku
komat-kamit bagai dukun saja. Aku terus menyalahkan diriku sendiri. “ kenapa
aku bodoh, kenapa aku menuruti perkataan dirly untuk menunggu nya di taman. Aku
tau aku bukan type cewek yang disukai dirly. Tapi, kenapa aku menuruti
perkataan dirly, cuman karna aku pulang diantar dia kemarin” kata ku mendumel
sendiri.
Takh sengaja aku melihat mobil yang sering
dipakai oleh dirly. Aku pun segera mendekati mobil itu, dan aku juga mempunyai
niat untuk mmemarahi nya, karna da tidak menepati janji. Tetapi naas, aku
melihat wajah dirly babak belur dan pingsan didalam mobil. Aku panik, dan aku
pun bingung mau melakukan apa.
* Di Rumah Sakit *
Lama
aku menunggu dirly siuman. Aku menggenggam tangan nya, dan sesekali aku usap
rambutnya. Aku menangis melihatnya, bahkan aku meneteskan air mata ku di tangan
nya.
Aku
percaya akan mukjizat ALLAH S.W.T.
Tiba-tiba dirly bangun dan tersenyum manis
dengan ku. Ketika dia sadar, aku terus kepo terhadapnya. Bahkan, dirly menjitak
kepala ku dengan halus. Dia juga mengatakan,
“ lo itu, seperti wartawan saja. Kepo mulu kerjanya, gak ada kerjaan lain
apa ?” katanya sambil mengimeli ku
“enak aja lo, bilang gue gak ada kerjaan. Aku seperti ini karna aku kwatir
aja sama lo.”
“eem, , , kamu kwatir ya sama aku? ouh yaa, aku minta maaf, karna aku tidak
datang ke taman...” shutt, aku menutup bibirnya seakan tidak menginginkan dia
bicara
“ iy, gak apa-apa. Ehm, lo suka ya sama gue? Kok loe bicara gak pakai LO-GUE
? cieh, akuin aja. Gak usah malu.hahahaha”
“ehh, namanya juga orang baru sadar.
Jadi lupa mau ngomong apa. Ini ni, manusia yang paling sering GR. Ehm, emang
nya lo takh pernah ya, di gituiin sama cowok ?
“enak, aja lo. Mmm,
^btw, yang membuat lo kaya gini siapa ?
“mau tau aja, atau mau
tau banyak ?” sambil memegang dagu ku
“mau tau banget,
beibh” kata ku dengan spontan
‘what, ulangi lo
ngomong apa? Jangan-jangan lo yang suka sama gue ? “
Aku hanya memanyun kan bibir ku. Dan
beres-beres untuk pulang, maklum saja aku sudah lama di rumah sakit. Ketika,
aku mau pulang. tiba- tiba saja tangan ku ditarik oleh dirly, reflecksaja aku
terjatuh sambil memeluk badan dirly.
“ woy, lo cari kesempatan ya, meluk
gue? Lo toe bukan ringan tpi berat tau. Udah tau orang lagi sakit gini”
“eh, enak aja. Sapa yang cari
kesempatan lo aja kale, yang pengen meluk-meluk gue. Haa itu mah DL
(derita lo)” jawab ku nyolot.
“iy, aku memang cari kesempatan untuk
meluk lo. Kalo bukan kaya gini, bagaimana gue akan menyampaikan perasaan ku
sama kamu ? kalo gue sayang sama lo, gue pengen lo itu tau perasaan gue selama
ini. Gue juga bosen main kucing-kucing an dengan persaan ini.” Jawabnya tegas.
“lo piker gue senang apa kaya gini ?
gue tu dari dulu nunggu lo kaya gini. Ngungkapkan perasaan lo sama gue. “
jawabku dengan satu nafas.
“(senyum-senyum) jadi, kamu dari dulu
emang suka sama aku ? , jadi, sekarang kita jadian dong?”
“iy, kita jadian. Sekarang aku pengen
kamu jujur kalo yang jmembuat kamu kaya gini andri kan?”
“iy, andry. Tapi, sekarang aku tidak
mempermasalahkan seemua ini. Karna, aku sudah mempunyai kamu, sayang”
“iya ☺ I love
you “
“i love
you too sayang. Cinta
kita seperti lagu – Cinta Tapi Gengsi –“
Beginilah,
akhir kisah ku aku tidak menyangka bahwa cowok yang aku anggap sebagai musuh
bebuyutan aku. Ternyata menjadi bagian dari hidupku. Dan cowok yang selama ini
menunggu ku, telah mendapat pengganti ku. Yang jauh lebih baik dari ku,
walaupun umurnya lebih tua satu tahun darinya.
I L O V E Y O U
Facebook:
https://www.facebook.com/dhyan.saleha
Twitter
: https://twitter.com/DS11_DS