Entri Populer

Sabtu, 23 November 2013

animasi cartoon unik.



Animasi cartoon- hallo, ini dia ada sesuatu yang baru loh dari blog saya. Kini saya menampillkan tentang sesuatu hal-hal yang unik dan fenomenal. Emang sih, banyak di blog-blog lain. Tetapi saya menampilkan dengan seseuatu hal yang beda loh. Mau tau ???????
Makanya saksikan , , , simak yah !!!!!!!!! :)
Selamat melihat. 




 Terima kasih buat pengunjung yang telah melihat isi blog saya. Ouh ya, saya minta maaf ya kalo yang saya tampilkan tidak sesuai yanng diharapkan kalian . I love you <3 .


Rabu, 13 November 2013

cerita remaja- cinta tapi gengsi


“ Cinta Tapi Gengsi”



Hari ini aku merasakan ada yang aneh, entah apa? Ku pun tidak mengetahui. . . setiap langkah melalui koridor sekolah ini, teman-taman ku memandang ku dengan keadaan tertawa. Aku bingung melihat tingkah laku teman ku itu. Karna ku kebingungan melihat aksi teman ku itu, aku sampai tidak focus melihat jelan.
 Dan akhirnya, , ,
 #brukk, aku tertabrak oleh seorang anak KEPSEK( orang nya ganteng + pintar ,tapi sayang style nya culun. Itu sih kata teman-taman yang menilai  anak KEPSEK.) Ouh yaa, nama nya “Andri”. Pada saat kami tabrakan kami langsung jatuh, dan buku-buku yang kami pegang pun ikut terjatuh. Secepat mungkin Andri berdiri menolongku, lalu menghapuskan debu yang ada dibaju ku dengan tangan nya. Bahkan dia tidak memperhatikan keadan buku nya yang berantakkan itu. Mmmm,,,,, ku tau sih bahwa Andri memang suka pada ku, sejak pertama dia melihat ku. Tapi aku pura-pura tidak tau dengan kejadian itu. Sebab, aku sendiri menyukai orang lain yaa kebetulan satu sekolah juga. Andri mengagetatkan ku dengan menepuk tangan didepan mata ku. Katanya sih, aku melamun. Saat Andri berkata melamun, aku baru teringat akan taman-taman yang menertawakan aku. Aku tanyakan ini pada nya, terus Andri bilang di mading ada puisi karangan ku yang sedang putus cinta, seakan mengemis-ngemis cinta kepada orang lain (bla-bla ) ….belum selesai, Andri menjelaskan aku langsung pergi meninggalkan nya.
Saat sampai mading aku terkejut betapa ramai nya orang memandang puisi yang ku buat iseng itu. Aku langsung mengambil puisi itu, dan mencari tau siapa yang menempelkan nya di dinding. Tiba-tiba terdengar suara gelak tawa seseorang di belakang tiang beton yang dekat dengan madding. Aku langsung menghampirinya dan ingin melabrak nya siapa tau dia yang melakukan itu.
“ heeeyy, ngapai’in loe ketawa ?? “kata ku sambil membalikkan badan nya
“ eeiittsss, , ,ada apa ini ??  napa loe megang pundak gue ? jangan-jangan loe suka yaa ama gue ?”jawab seseorang yang berada dibelakang tiang itu
“ pede gilaaa, gue naksir ama loe, ngaca dong gak punya cermin apa ?? dasar loe ya, sering kalii ngerjain gue, emangnya ku salah apa sih ama loe ? awas loe Dirly gue kerjain balik loe !”
“eeiittss,,, sabar mba broo galak amat sihh, entar tambah jelek muka loe yang sudah jelek toe.”kata cowok yang bernama dirly itu.
“eehh,,, dasar ngalihkan topic pembicaraan aja loe, udah lah “

              Aku pun langsung meninggalkan dirly pergi, tanpa mengherani bicara nya. Ternyata saat ku meninggalkan Dirly, rupanya Andri dari  tadi memperhatikan ku saat bersama Dirly. Aku melihat mata Andri begitu memancarkan sikap kekecewaannya terhadap ku. Ku mencoba mendekati Andri dangan menceritakan kejadiaan tadi bersama nya. Setelah selesai cerita andri merasa sedikit lebih gembira dari tadi.

                                                            #
#bel masuk pun berbunyi
ˆdikelas XIˆ
Dengan kejadian memalukan dimading tadi membuat ku malu untuk masuk kelas. Apalagi harus mellihat wajah dirly yang sok ganteng itu. Baru berada didepan kelas, palingan satu langkah lagi baru masuk kelas, udah terdengar aja suara dirly yang buat malu aku dengan omangan nya itu. Karna merasa malu hampir ku urungkan niat ku  untuk tidak mengikuti pelajaran kali ini, setidaknya sampai suasana mulai membaik.

 Tapi, ku berpikir untuk apa aku malu, entar ku disangka kalah lagi sama dirly. Saat ku masuk kelas ku pura-pura tidak menghiraukan candaan taman-taman ku. Dengan santai nya ku langsung duduk dikursi tempat ku duduk. Sebelum sampai kursi, ku injek kaki dirly sampai dia pasang wajah ya merah. “huh, rasain loe ,tanang ini masih pemanasan “kata kudalam hati.
Karna asik, ku ngeledek dirly. Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang jugaaa, yaitu Kemarahan dirly yang begitu memuncak pada ku. Awalnya sih takut melihat raut wajah nya yang memerah karna kekesalan ku, tapi ku sempat berpikir itu mah salah mu sendiri, siapa dulu DHIRA .
Saat tangan dirly mau mengarah pada pipi ku, tangan nya sempat ditepis oleh Andri. Sampai terjadi adu mulut dan pertengakaran yang membuat kami ketakutan. Maklum saja yang dihadapi dirly adalah anak Kepala Sekolah kami, lagipula aku mempunyai perasaan terhadap dirly.

~
~
suasana sedikit hening, ketika ada ketua OSSIS yang melintas didepan kelas. Dia menyabarkan kami dengan sikap nya yang begitu lembut. Yaah, wajar saja hampir satu sekolah mengidolakan nya karna sikap nya yang lembut, karismatic, ganteng, apalagi dia menjadi kepercayaan guru.
Sepertinya Andri sempat memberikan peringatan kepada Dirly, sampai-sampai andri sempat mengarah kan jari telunjuk nya pada dirly.
 Aku takut dengan kejadian ini, apalagi wajah dirly sempat terluka terkena tonjokan dari andri yang begitu keras. Bahkan ku sempat menangis, ketika melihat dirly menahan sakit. Ku segera pergi mengejar dirly, dan ku membawa kain kecil serta air untuk membersih kan luka yang ada pada wajah nya. Akhirnya aku menemukan dirly, tapi sayang dia sudah ada yang mengobati luka nya. Apalagi yang mengobati luka nya itu adalah wanita yang ku tahu diidolakan oleh dirly. Itu menambah ku sakit hati luar & dalam. Ku kurungkan niat ku untuk mengobati dirly, ku bawa itu semua untuk mengobati Andri. Ketika ku mengobati luka yang ada pada andri ku tujukan beberapa pertanyaan kepada nya, sampai dia bisa menonjok dirly tadi. Aku terkejut tatkala andri mengatakan bahwa itu semua karna dia menyukai aku. Bahkan andri juga menembak ku & berlutut untuk meminta ku jadi pacar nya. Aku kaget bukan kepalang melihat kejadian itu.
Tapi, aku bingung bagaimana ku mau menjawab. Apa ku harus menerima/ tidak. Aku menyukai andri, tapi hanya sebatas sahabat dan sikap nya yang baik terhadap ku.
Aku bingung bahkan raut wajah ku pun berubah ikut bingung, mungkin melihat kejadian itu, andri memberikan waktu untuk ku berpikir sejenak.
#
 bel pulang, ,
#
Aku memisahkan diri dari teman-teman ku, diwaktu itu aku sempatkan diri untuk mencari dirly. Akhirnya aku menemukan dirly yang duduk sendiri di taman belakang sekolah. Ku samperin dia, tepat di belakang dirly aku mendengar kata-kata nya yang kelihatan sedih, mungkin karna dia lagi kecewa sama wanita yang disukai nya. Perasaan ku campur aduk mendengar kata-kata itu antara senang/ sedih. Saat ku ingin pergi dari tempat itu. Dirly langsung menarik tangan ku, spontan saja ku terkejut. Dirly menanyakan apa tujuan ku ?. aku bingung ku cerita basa-basi aja sama dia. Ku tanyakan keadaan nya. Dirly kelihatan bingung, maklum saja ini pertama kali nya ku bicara sama dia dengan sikap yang lemah lembut.

“tumben lu nanyain keadaan gua, lu mulai suka yee ama gua ??”
“apaan sih lu ne Dir, mancing gua deh buat marah ama lo, serba salah tau. Sebenarnya ku malas tau kesini, cuman ku ingin curhat aja sama lo”
“emang lu mau curhat apa, beibh ?”
“ihh, baru kali ne gua akur ma lo, sudah manggil ku beibh. Serius ne gua mau curhat”(kataku sambil tersipu Malu mendengar kata beibh yang keluar dari mulut dirly).

Ku ceritakan semua sama dirly, tetapi dirly hanya diam dan mengatakan “aku sudah tau kejadian andri nembak mu tadi.” Ternyata pada saat aku mengurungkan niat ku untuk mengobati dirly. Dirly mengikuti ku dan meninggalkan cewek yang mengobati nya itu. Aku pun mulai berpikir bahwa dirly memiliki perasaan yang sama terhadap ku. Tetapi dia masih menyembunyikan semua ini. Aku bingung terhadap sikap nya saat ini, dia menunjukan sikap dewasa yang mana ku ketahui diselalu bersikap kasar, seenaknya, pokoknya yang dia pikir baik untuk nya, tetapi tidak untuk aku dan yang lain.
Aku  suka melihat gaya dirly, yang sok dewasa banget. Padahal, dirly seorang playboy kok bisa dia berkata bijak seperti itu. Bahkan aku menertawakan nya, sambil sesekali mencubit pipinya itu.
*jujur, ini adalah kali pertama aku menghabiskan waktu berdua sama dirly. Betapa senang nya aku, apalagi kami dibaluti dengan suasana yang romantic yaitu “SUNSET”. Karna, aku orangnya narsis. Aku ajak dirly untuk foto bareng. Bahkan saat itu aku ada foto berdua dengan nya. Dan aku juga memasang walpaper foto kami berdua. Aku berharap semoga hari ini tidak berakhir sampai disini saja. Aku pengen selalu seperti ini.
            Aku pulang diantarkan  dengan dirly, aku diboncengi dengan sepeda motor v-view nya itu. Aku sepertinya kelihatan akrab, apalagi aku memegang pinggang dirly dengan erat. Aku tidak tau perasaan apa yang ku alami saat ini. Aku berharap semoga dirly merasakan yang sama dengan apa yang ku rasakan saat ini.

á´½ DI S E K O L A H á´½
Ternyata andri masih menunggu jawaban dari aku. Dengan optimis aku memberi jawaban sesuai perintah dirly dan aku menambahkan perihal cowok yang aku suka yaitu Dirly. Dan ternyata berhasil setelah aku mengatakan itu, andri mengerti terhadap ku, dan dia ter senyum mendengar jawaban aku. Dia juga mengatakan “good lucky dalam mengejar cinta”. Aku juga tesnyum mendengar jawaban dia.
            Akhirnya aku temui dirly, yang memang aku sudah tidak sabar menemui nya dan menceritakan kejadian ini sama dia.
Aku memang sudah membuat perjanjian dengan nya, kalau misalkan aku sudah menjawab pertanyaan dari andri. Aku akan menemui nya di taman belakang sekolah. Aku menunggu kedatangan dirly di sini, dan menceritakan bahwa andri sudah melepas ku.
Lama aku menunggu dirly, dan hari menunjukan bahwa dia akan menurunkan hujan nya. Aku berharap dirly segera datang menemui ku. Tetapi sungguh malang nasib ku, dirly tak kunjung datang, padahal baju yanng ku kenakan sudah basah kuyup. Bibir ku sudah pucat, tetapi dirly takh datang-datang. Ku putuskan niat ku untuk tidak menunggunya lagi..
                                                            *Di  jalan*
Aku terus memeluk diriku sendiri, supaya tubuhh ku ini hangat. Aku juga tetap menjaga stamina agar tubuh ku tidah jatuh, sebelum nyampai rumah.
Aku berjalan bagai orang yang tak mempunyai arah. Aku berjalan. . . . . . . berjalan, , dan terus berjalan. Aku seperti orang yang tak tentu arah. Mulut ku komat-kamit bagai dukun saja. Aku terus menyalahkan diriku sendiri. “ kenapa aku bodoh, kenapa aku menuruti perkataan dirly untuk menunggu nya di taman. Aku tau aku bukan type cewek yang disukai dirly. Tapi, kenapa aku menuruti perkataan dirly, cuman karna aku pulang diantar dia kemarin” kata ku mendumel sendiri.
 Takh sengaja aku melihat mobil yang sering dipakai oleh dirly. Aku pun segera mendekati mobil itu, dan aku juga mempunyai niat untuk mmemarahi nya, karna da tidak menepati janji. Tetapi naas, aku melihat wajah dirly babak belur dan pingsan didalam mobil. Aku panik, dan aku pun bingung mau melakukan apa.
* Di Rumah Sakit *
Lama aku menunggu dirly siuman. Aku menggenggam tangan nya, dan sesekali aku usap rambutnya. Aku menangis melihatnya, bahkan aku meneteskan air mata ku di tangan nya.
Aku percaya akan mukjizat ALLAH S.W.T.
 Tiba-tiba dirly bangun dan tersenyum manis dengan ku. Ketika dia sadar, aku terus kepo terhadapnya. Bahkan, dirly menjitak kepala ku dengan halus. Dia juga mengatakan,
“ lo itu, seperti wartawan saja. Kepo mulu kerjanya, gak ada kerjaan lain apa ?” katanya sambil mengimeli ku
“enak aja lo, bilang gue gak ada kerjaan. Aku seperti ini karna aku kwatir aja sama lo.”
“eem, , , kamu kwatir ya sama aku? ouh yaa, aku minta maaf, karna aku tidak datang ke taman...” shutt, aku menutup bibirnya seakan tidak menginginkan dia bicara
“ iy, gak apa-apa. Ehm, lo suka ya sama gue? Kok loe bicara gak pakai LO-GUE ? cieh, akuin aja. Gak usah malu.hahahaha”
“ehh, namanya juga orang baru sadar. Jadi lupa mau ngomong apa. Ini ni, manusia yang paling sering GR. Ehm, emang nya lo takh pernah ya, di gituiin sama cowok ?
“enak, aja lo. Mmm, ^btw, yang membuat lo kaya gini siapa ?
“mau tau aja, atau mau tau banyak ?” sambil memegang dagu ku
“mau tau banget, beibh” kata ku dengan spontan
‘what, ulangi lo ngomong apa? Jangan-jangan lo yang suka sama gue ? “
Aku hanya memanyun kan bibir ku. Dan beres-beres untuk pulang, maklum saja aku sudah lama di rumah sakit. Ketika, aku mau pulang. tiba- tiba saja tangan ku ditarik oleh dirly, reflecksaja aku terjatuh sambil memeluk badan dirly.
“ woy, lo cari kesempatan ya, meluk gue? Lo toe bukan ringan tpi berat tau. Udah tau orang lagi sakit gini”
“eh, enak aja. Sapa yang cari kesempatan lo aja kale, yang pengen meluk-meluk gue. Haa itu mah DL (derita lo)” jawab ku nyolot.
“iy, aku memang cari kesempatan untuk meluk lo. Kalo bukan kaya gini, bagaimana gue akan menyampaikan perasaan ku sama kamu ? kalo gue sayang sama lo, gue pengen lo itu tau perasaan gue selama ini. Gue juga bosen main kucing-kucing an dengan persaan ini.” Jawabnya tegas.
“lo piker gue senang apa kaya gini ? gue tu dari dulu nunggu lo kaya gini. Ngungkapkan perasaan lo sama gue. “ jawabku dengan satu nafas.
“(senyum-senyum) jadi, kamu dari dulu emang suka sama aku ? , jadi, sekarang kita jadian dong?”
“iy, kita jadian. Sekarang aku pengen kamu jujur kalo yang jmembuat kamu kaya gini andri kan?”
“iy, andry. Tapi, sekarang aku tidak mempermasalahkan seemua ini. Karna, aku sudah mempunyai kamu, sayang”
“iya I love you “
“i love  you too sayang. Cinta kita seperti lagu – Cinta Tapi Gengsi –“

            Beginilah, akhir kisah ku aku tidak menyangka bahwa cowok yang aku anggap sebagai musuh bebuyutan aku. Ternyata menjadi bagian dari hidupku. Dan cowok yang selama ini menunggu ku, telah mendapat pengganti ku. Yang jauh lebih baik dari ku, walaupun umurnya lebih tua satu tahun darinya.



I  L O V E Y O U 


Facebook:  https://www.facebook.com/dhyan.saleha

Twitter : https://twitter.com/DS11_DS